Sabtu, 19 Maret 2011

Krakatau

Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa. Sampai tanggal 26 Desember 2004, tsunami ini adalah yang terdahsyat di kawasan Samudera Hindia. Suara letusan itu terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika, 4.653 kilometer. Daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali bom atom yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki di akhir Perang Dunia II.

Letusan Krakatau menyebabkan perubahan iklim global. Dunia sempat gelap selama dua setengah hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu tampak di langit Norwegia hingga New York.
Ledakan Krakatau ini sebenarnya masih kalah dibandingkan dengan letusan Gunung Toba dan Gunung Tambora di Indonesia, Gunung Tanpo di Selandia Baru dan Gunung Katmal di Alaska. Namun gunung-gunung tersebut meletus jauh di masa populasi manusia masih sangat sedikit. Sementara ketika Gunung Krakatau meletus, populasi manusia sudah cukup padat, sains dan teknologi telah berkembang, telegraf sudah ditemukan, dan kabel bawah laut sudah dipasang. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa saat itu teknologi informasi sedang tumbuh dan berkembang pesat.

Tercatat bahwa letusan Gunung Krakatau adalah bencana besar pertama di dunia setelah penemuan telegraf bawah laut. Kemajuan tersebut, sayangnya belum diimbangi dengan kemajuan di bidang geologi. Para ahli geologi saat itu bahkan belum mampu memberikan penjelasan mengenai letusan tersebut.


sumber: http://www.visitcarita.com/krakatau.html

Rabu, 15 Juli 2009

Risya Kumpay, Lebak Tourism Still Be Half

Potential of tourism, especially coastal tourism object in Lebak regency actually save a potential not less with other regions in the Banten. The only development in the Pemkab seemed still half. The reason for this is that then encourage Rhytem Production Director Risya Kumpay try to develop the object Lebak south coast tourism.

According to the woman who is familiar disapa Kumpay, this tourism object in Lebak south coast still be neglected, so that reasonable if the tourists are reluctant to visit these attractions.

"If I believe that tourism assets in the Regency of Lebak is managed well can push up local income (PAD)," he said.

Still Risya words, if compared with other coastal tourism object that is in the Banten Province, on the beach tour PAD Lebak least.

"In neighboring District (Pandeglang, Red), PAD's beach tourism object become mainstay, this is because the attention of the local government sector is quite good," said Tech women who had separated from this hat.

Therefore, continued, as the first step to push up PAD disektor tourism, Rhytem Production in cooperation with the Office of Tourism Lebak make joint management of one of tourism object in Lebak south coast.

"We're currently to manage tourism object is, that we intend to develop the tourism sector can be realized," he said. (Yudha/Saeroji)